ILMU AJIAN KIJANG PUTIH

Posted on

Berikut ini persembahan bagi mereka yang gemar mengasah jatidiri khususnya mereka yang mencintai dan bergelut di dunia persilatan. Ajian Kijang Putih, sangat cocok menambah sederetan koleksi ilmu simpanan anda.

Ajian ini berfungsi meningkatkan daya gerak reflek anda (kegesitan) di dalam mengaplikasikan gerakan-gerakan ilmu jurus dalam ilmu beladiri. Disamping itu, ajian ini memiliki keunggulan tersendiri bagi mereka yang telah mencapai tataran sempurna, yakni mampu berlari melesat secepat kijang.

Konon, si pemilik Ajian Kijang Putih telah terbangkitkan “badan astralnya” sehingga ia mampu untuk datang dan pergi laksana desiran angin

Ajian Kijang Putih memang masih jauh tatarannya di bawah Ajian Saipi Angin dan Tatar Bayu dalam hal kecepatan dan kehebatannya. Tetapi untuk tingkatan menengah, ajian Kijang Putih cukup dapat diandalkan dalam hal ilmu meringankan tubuh (ginkang)…

Untuk dapat memiliki kemampuan dari ajian tersebut dapat ditempuh dengan beberapa lelaku :

1. Untuk Melapisi Ilmu Beladiri :

  1. Kerjakan puasa sunnah selama 1 hari tepat pada hari kelahiran anda sesuai dengan penanggalan Jawa (weton = pasaran hari)
  2. Diawali dengan mandi sesuci pada pukul 12 malam menjelang anda akan berpuasa pada keesokan harinya…
    Melaksanakan 2 rokaat sholat hajat…
  3. Membaca amalan do’a ajian sebanyak 11x ulangan dengan penuh kesungguhan…
  4. Makan sahur dengan makanan yang bersumber dari dedaunan yang di rebus tanpa garam dan bumbu penyedap.
  5. Tidak tidur semalaman hingga terbit fajar di hari berikutnya.
  6. Setiap selesai melaksanakan ibadah sholat wajib do’a ajian harus dibaca pula sebanyak 11x ulangan.
  7. Berbuka dengan makanan yang bersumber dari dedaunan yang sama.
  8. Setelah selesai lelaku, do’a ajian sebaiknya sering di amalkan pembacaannya secara istiqomah walaupun cuma 1x sehari.
  9. Terlebih afdhol apabila pola makan anda diteruskan hingga 7 hari ke depan…

2. Untuk Ilmu Kanuragan :

Agar mampu berlari secepat kijang dan laksana desiran angin, maka lelaku yang harus anda tempuh sebagai berikut :

Berpuasa “ngidang” selama 40 hari,
Dilanjutkan dengan berpuasa mutih selama 21 hari… (idem di atas)
Patigeni atau tidak tidur semalam suntuk pada saat lelaku yang terakhir di-isi dengan membaca do’a ajian sebanyak-banyaknya…

Do’a Ajian Yang DiBaca :
“Bismilaahir Rahmanir Rahiim…
Ajiku si Kidang Putih…
Maya Enggal-Enggal Tumeka…
Tapak Mimang Abot Kenur…
Sakedhap Netro Tumeko…
Koyo Dining Kilat Lumakuku…
Barang Katrajang Pada Sumilak…
Saking Kersaning Gusti Allah….”
Demikian sedikit kemampuan yang dapat penulis sajikan dalam kesempatan kali ini…
Semoga sedikit banyak memiliki manfaat bagi mereka yang gemar mencari jatidiri…
Wassallaam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *