Memikat Wanita Dengan Bulu Perindu Dari Kalimantan

Posted on

Kala seorang pria jatuh cinta, dia bisa melakukan apa saja, termasuk hal-hal di luar logika, untuk mendapatkan wanita sang pujaan hati. Pelet, menjadi cara untuk memuluskan keinginan mendapatkan si wanita. Di Kalimantan, lebih dikenal dengan buluh perindu, dipercaya ampuh menggaet wanita.

Di tengah masyarakat Kalimantan, penggunaan pelet, tidak begitu banyak terdengar. Sebagian masih ada yang malu-malu, bicara soal pelet.

Kemapanan pekerjaan seorang pria, masih menjadi faktor dominan pria percaya diri menikahi wanita pujaannya. Apalagi di tengah kehidupan modern, semakin sedikit yang percaya adanya pelet untuk menggaet wanita, mencari jodoh.

“Tapi soal pelet itu, tidak bisa hilang. Masih ada orang-orang kota, yang datang ke desa, ke kampung, mencari pelet,” kata salah seorang pekerja swasta, Jumransyah (32), yang tinggal di Jalan Gatot Subroto, Samarinda, Kalimantan Timur, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Jumat (3/6) malam.

Mereka yang menggunakan pelet, biasanya bicara soal selera wanita idamannya. Media pelet, bisa berupa minyak maupun susuk pemikat. Susuk pemikat, digunakan untuk menarik minat orang lain melihat penggunanya.

“Itu dipakai pria maupun wanita. Orang tua bahari, sebagian percayanya seperti itu. Cara ghaib, untuk orang-orang tertentu yang percaya,” ujar Jumransyah.

Masa-masa pertemanan dan masa pacaran, terkadang mencuatkan keinginan seseorang menggunakan pelet. Tidak jarang saat-saat itu, istilah ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditinggal, memicu pria untuk menggunakan pelet, agar wanita idamannya tidak meninggalkan pergi begitu saja.

“Apalagi ya, kalau cowok merasa sudah banyak menghabiskan uang mentraktir ini, membelikan itu. Prinsipnya, enak betul kalau mau pergi begitu saja,” sebut Jumran.

“Jadi pergi ke kampung, bawa pelet ke kota supaya ceweknya itu tidak kabur begitu saja. Supaya terus melengket,” ungkapnya.

Warga lainnya, Surya Nupansyah (36) punya tidak sedikit cerita soal pelet. Apalagi, soal buluh perindu, yang menjadi khas Kalimantan untuk meluluhkan hati wanita, menggaet wanita idaman hingga menjadikannya istri.

“Teman-teman SMA dan kuliah saya, ada yang mengaku menggunakan pelet, buluh perindu. Sampai sekarang akhirnya jadi suami istri. Cuma, memang kalau ada yang dilanggar selama menggunakan buluh perindu itu, bisa jadi petaka, bisa bermusuhan selamanya,” ucap Upan, sapaan akrabnya.

Surya bercerita, saat ini memang tidak mudah mengetahui orang-orang menggunakan pelet, buluh perindu dan sejenisnya. Buluh perindu yang menjadi khas Kalimantan, konon menjadi paling ampuh menggaet wanita pujaan.

“Sulit buat dapat buluh perindu itu. Yang jadi khasnya itu adalah dari sarang burung elang. Bulu burung elang itu, disentuhkan ke wanita yang kita inginkan,” terang Surya.

“Ada juga buluh perindu, yang dicelupkan ke dalam air, supaya tumbuh rasa sayang. Kadang-kadang, kita melihat cewek yang kena buluh perindu itu tertarik dengan si pria, tanpa alasan. Iya, tidak ada alasan si cewek itu bisa tertarik ke pria yang pakai itu (buluh perindu),” jelas dia.

“Si cewek bisa tergila-gila, berlebihan, dan sulit untuk melupakan si cowok itu. Buluh perindu itu, kalau berdasarkan cerita-cerita orangtua, ada yang sudah dipunya sejak dulu, jadi turun-menurun,” tambahnya.

Penggunaan buluh perindu, bukan tanpa akibat. Memang patut disyukuri, mereka yang nekat menggunakan buluh perindu khas Kalimantan itu, bisa bersama hingga jenjang pernikahan.

“Ada teman-teman saya yang pakai buluh perindu, menikah dan punya anak sampai sekarang ya. Tapi ada juga, yang pakai itu, kemudian melanggar pantangan, jadinya bermusuhan bahkan saling benci satu sama lain,” terangnya lagi.

“Bicara harga, sebenarnya uang untuk pakai pelet, pakai buluh perindu itu, adalah mahar pengganti saja. Kalau dulu, teman-teman saya ada yang bayar Rp 1 juta buat dapat buluh perindu. Kalau sekarang, agak sulit cari siapa yang pakai itu, siapa yang punya itu,” terang Surya.

“Yang jelas, yang pakai begitu saya yakin masih ada saja. Itu memang tidak bisa hilang ya. Bagi mereka yang yakin dan percaya jodoh di tangan Allah, tentu tidak mau pakai itu,” kata Surya mengakhiri.

dimuat dalam : merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *