TERAWANGAN MENGGUNAKAN ILMU HIKMAH

Posted on

Pada tingkatan yang lebih tinggi,seseorang yang menguasai ilmu ini bisa berdialog atau setidaknya bertemu dengan kerabat, sahabat, atau leluhur yang telah meninggal dunia. Seperti apa rahasianya…???

Ada banyak versi mengenai ilmu terawangan. Dalam khasanah mistik Jawa, dikenal ilmu semacam Aji Suket Kalanjana. Ini salah satu contoh ilmu terawangan dari versi lain. Di sini saya akan membahas ilmu terawangan versi mistik Islam atau yang selama ini lebih dikenal sebagai Ilmu Hikmah.

Ilmu ini secara khusus berfungsi untuk melihat alam ghaib atau alam halus. Namun demikian, pada tingkatan yang tinggi bisa melihat alam nyata yang tidak terjangkau oleh pandangan mata kita. Misalnya, si A adalah seorang ahli ilmu terawangan tinggal di Jakarta dan ia bisa melihat saudaranya yang berada di kota jauh dari Jakarta. Bahkan di A bisa membaca surat yang masih tertutup rapat dalam amplop. Orang yang menguasai ilmu ini seakan-akan ia mempunyai ‘mata ketiga’ atau indera ke-enam.
Pada tingkatan yang lebih tinggi lagi, seseorang yang menguasai ilmu ini bisa bersialog atau setidaknya bertemu dengan ruh kerabat, saudara, atau leluhur yang telah meninggal dunia. Memang hal ini (masalah ruh ) masuk dalam wilayah Ghaib Hakiki. Tentu hanya Allah saja yang mengetahui rahasianya. Namun, atas ridho Allah SWT jua Ghaib Hakiki itu terkuak hizabnya dan berubah menjadi Ghaib Idhofi, tentu ini berkat mengamalkan ilmu terawangan yang saya jabarkan dibawah ini…

Syarat utama dari mengamalkan ilmu ini adalah berpuasa. Puasa di sini, tidak hanya sekedar tidak makan dan tidak minum, tetapi berpuasa dari nafsu lahir batin. Lahirnya tidak makan tidak minum dan tidak bersetubuh, batinnya mengekang segala sesuatu yang jelek sifatnya. Misalnya saja harus bersikap sabar dan penuh rasa welas asih, tidak boleh berbohong kepada siapapun, harus memaafkan dan meminta maaf,serta tidak boleh bergibah. Tentu tidak mudah bukan? Apalagi selama menjalankan puasa, Anda pasti akan mendapatkan tantangan munculnya peristiwa peristiwa yang tidak terduga yang membuat Anda marah, memaksa untuk berbohong, dan lain sebagainya yang bisa mengurangi kesucian dan kekhusyukan puasa Anda.

Puasa Ilmu Terawangan ada tiga tingkatan, yaitu :

Tingkat kesatu, Puasa 3 hari dimulai dari hari Selasa Kliwon
Tingkat kedua, Puasa 7 hari dimulai dari hari Selasa Kliwon
Tingkat ketiga, Puasa 40 hari dimulai dari hari Sabtu Kliwon

Pada tingkat kesatu, Anda sudah bisa menguasai Ilmu Terawangan, Anda sudah bisa melihat alam ghaib sekalipun belum terlihat jelas dan konkrit. Karena itulah, sekali pun pada tingkat kesatu ini Anda sudah mampu memiliki Ilmu Terawangan, namun sebaiknya di bulan-bulan berikutnya, Anda harus terus mencoba berpuasa lagi ke tingkat kedua dan ketiga sebab bila sudah tingkat tiga, Ilmu Terawangan Anda akan benar-benar sempurna. Ingat, Anda harus mempersiapkan diri menghadapi berbagai tantangan atau cobaan yang tidak terduga.

Seseorang yang sudah sempurna Ilmu Terawangannya tidak akan mudah terkecoh oleh tipuan makhluk-makhluk alam halus. Perlu diketahui, jin-jin dari tingkat rendah suka mengganggu terawangan kita. Misalnya, Anda ingin menjumpai rohnya Bung Karno. Karena tingkat terawangan Anda masih rendah,datanglah jin jahat menjelma menjadi Bung Karno. Wajah, penampilan, dan suaranya dibuat mirip Bung karno. nah, dengan begitu Anda terkecoh! Padahal Anda terlanjur yakin bahwa yang datang dan Anda lihat itu adalah benar-benar Bung Karno.
Penipuan seperti ini akan lebih celaka jika Anda diminta orang yang kecurian barang. Misalnya, Anda disuruh melihat pencurinya. Kemudian Anda melihat dengan Ilmu Terawangan yang Anda kuasai. Pada saat Anda melakukan penerawangan, ternyata yang hadir adalah roh jahat yang menjelma dalam wujud dan rupa seseorang yang bukan pelaku pencurian tersebut. Roh tersebut asal comot saja pada orang yang dipermainkannya. Padahal Anda sudah yakin dengan terawangan Anda. Nah, dengan begitu Anda berarti memfitnah orang yang sama sekali tidak berlaku sebagaimana yang dituduhkan.
Lain lagi bila ilmu terawangan Anda sudah tinggi. Anda akan tahu bahwa Anda dikelabui roh jahat. Tetapi biasanya roh jahat tidak berani mengganggu orang berilmu tinggi.

Berikut ini asma’ / doa Ilmu Terawangan versi Mistik Islam :

Allaahumma antas salam
qodia haajatii ghoibu Maasyaa’ allaah
‘Alimul ghoibi was syahaadatil khobiirul muta’al
‘Alaa A’lamu man kholaq wahual lathiful khobiir

Syarat dan lakunya :

Selama berpuasa sehabis shalat fardhu, doa tersebut dibaca 13x, kemudian diteruskan membaca “Yaa Khobiir” sebanyak 812x
Selama berpuasa harus melakukan shalat Hajat di tengah malam. Selesai shalat Hajat membaca Istigfar 1000x, lalu membaca shalawat 100x, dan baca doa di atas sebanyak 13x, lalu ditutup dengan wirid “Yaa Khobiir” 812x
Selesai puasa, pada malam harinya (tengah malam) dicoba ditempat yang gelap dan sunyi, seperti di punden (tempat pedanyangan) atau tempat yang dianggap angker. Bisa juga untuk dicoba melihat isi pusaka (keris, batu akik, besi kuning san sebagainya). Untuk mencobanya, duduklah bersila dengan santai menghadap ke obyek. Bila Anda merasa takut, boleh membawa teman satu atau dua orang. Tetapi teman Anda jangan boleh mengganggu konsentrasi Anda.
Gunakan pernafasan yang halus dan teratur. Baca dulu dalam hati Doa Terawangan di atas sebanyak 13x lalu wirid “Yaa Khabiir” seyak 812x. Setelah itu tarik nafas dalam-dalam dan tahan kuat-kuat disertai dengan memejamkan mata rapat-rapat. Dalam hati memohon pertolongan Allah. Konsentrasi dipusatkan ke titik pangkal hidung (antara dua mata). Nikmati gelap itu, bila ada titik cahaya, pandanglah terus titik cahaya itu dengan mata batin. Cahaya itu lama kelamaan akan membesar. Biasanya warnanya sejuk putih kebiru-biruan seperti sinar neon. Nah, dengan memandang cahaya gaib terus menerus, dalam waktu cepat Anda akan melihat alam halus dan makhluk-makhluk halus di sekitar Anda. Mata fisik terus terpejam. Gunakan mata batin untuk melihat alam gaib tersebut. Setelah Anda berhasil, nafas yang tadi ditahan segera dilepaskan pelan-pelan dan mulailah bernafas biasa.

Pantangannya :

Pantangan Ilmu ini kalau sampai dilanggar akibatnya pasti fatal. Beberapa pantangan Ilmu Terawangan versi Islam ini, adalah :

Tidak boleh minum minuman beralkohol, apalagi sampai mabuk.
Jangan meninggalkan shalat 5 waktu.
Jangan berzina, durhaka pada orang tua,guru,termasuk suami/istri.
Jangan berbohong tanpa alasan yang jelas.
Jangan sekali-kali sengaja menerawang bagian-bagian vital (alat kelamin) lawan jenis Anda. Misalkan menerawang orang yang sedang mandi.
Jangan sekali-kali menerawang dengan sengaja orang bersenggama.

Bila Anda melanggar pantangan ini, maka selain Anda akan berdosa dan dikutuk oleh ruh-ruh leluhur, Ilmu Terawangan yang telah Anda kuasai dipastikan akan berkurang atau hilang sama sekali. Terkecuali Anda tidak sengaja menerawang hal itu, untuk hal yang demikian cepat-cepatlah Anda membaca istigfar 3x dan cepat-cepat menjauh dari pandangan tersebut.

Demikianlah penjabaran Ilmu Terawangan versi Ilmu Hikmah. Insya Allah keilmuan ini merupakan ilmu yang benar dan sejalan dengan akidah. Tentu jika mengamalkannya dengan benar dan dengan tujuan yang diridhoi Allah SWT. Semoga keilmuan ini dapat menambah koleksi Ilmu Hikmah yang membaca blog ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *